Stephanie Saga The Living Grimoire
Penulis: Sani Nurmalasari
Editor: Yaizul Munika
Penata Letak: desainpraktis.com
Ukuran Buku : 15 cm x 23 cm
Jumlah Halaman : 348 Halaman
Sejak kehilangan Kiel di atas atap, Stephanie langsung terpuruk. Ia baru sadar bahwa menyembunyikan rahasia dari orang-orang terdekatnya tidak melindungi mereka; yang terancam justru nyawanya sendiri.
Tapi setelah semuanya ia ceritakan kepada Tante Anita dan Mike, mantannya, mereka tidak langsung percaya. Tante Anita malah memintanya pindah ke apartemennya untuk dipantau, lalu mengambil darahnya setiap pagi, menghitung berapa persen dari tubuh itu yang masih Stephanie, dan berapa banyak sesuatu yang lain sudah tumbuh.
Setiap pemberian menuntut balasan.
Dan Stephanie perlahan melunasi utang-utangnya dengan darahnya, dengan semua yang tersisa dari dirinya. Sambil bernegosiasi dengan demit kelaparan yang minta potongan paha ayam. Sambil bertahan pada malam ketika ia harus mengabaikan gedoran, isakan, dan rengekan di setiap pintu dan jendela lantai delapan yang memohon dibukakan.
Waktunya tidak banyak. Kiel masuk ke dalam grimoire untuk menggantikan Stephanie, tanpa tahu bahwa ia sedang masuk ke dalam jebakan: setiap mantra yang ia rapal di sana dibayar dengan sepotong dirinya sendiri. CENDIS sudah mencarinya di semua spektrum, dan 1 jawabannya selalu sama: HOST UNREACHABLE. Beda alam, beda protokol. Untuk menjawab sebuah grimoire, Stephanie harus bicara dalam bahasanya. Dan hanya ada satu grimoire yang bisa ia perintah: dirinya sendiri.
Maka ia merancang grimoire baru yang disusun seperti arsitektur sistem
komputer. Namun, seorang jin berusia sembilan belas abad tiba-tiba muncul dan berbisik: yang disebut penyakit oleh orang-orang di sekitar Stephanie, sesungguhnya adalah sumber kekuatannya. Apakah Stephanie tergoda memakainya, meski harganya mahal? Atau ia tetap pada pendiriannya selama ini?
