Sumbar Juara Umum MTQ Ke-6 Korpri Nasional 2022
Menpan-RB: Birokrasi Harus Berdampak
Padang, Kafilah Provinsi Sumatera Barat berhasil menjadi juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-6 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2022 dengan jumlah perolehan total 109 point.
Kafilah Sumatera Barat berhasil menggungguli pesaing terdekatnya di 3 besar yaitu kafilah provinsi Aceh dengan 68 poin dan kafilah provinsi DKI Jakarta dengan perolehan 63 point. Melengkapi 12 besar dengan point tertinggi, berikut daftarnya:
- Provinsi Sumatera Barat, nilai 109
- Provinsi Aceh, nilai 68
- Provinsi DKI Jakarta, nilai 63
- Provinsi Banten, nilai 55
- Provinsi Jawa Timur, nilai 51
- Provinsi Sumatera Utara, nilai 43
- Provinsi Riau, nilai 31
- Provinsi Sulawesi Selatan, nilai 27
- Provinsi Jawa Barat, nilai 25
- Provinsi Kalimantan Selatan, nilai 23
- Kementerian Agama, nilai 18
- Provinsi Lampung, 17
Penetapan juara umum ini ditetapkan oleh Dewan Hakim MTQ VI Korpri Tingkat Nasional tahun 2022 oleh, Prof. Dr. H.M Darwis Hude, M.Si selaku Ketua, dan Dr. H. Muhammad Ramli Massenge, MA selaku sekretaris.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas menyerahkan secara langsung piala bergilir kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, didampingi Wakil Gubernur Sumbar dan Ketua Umum DPN Korpri.
Dalam sambutannya, Azwar Anas mengungkapkan bahwa Korpri saat ini jauh berbeda dengan Korpri dahulu. Jika dahulu Korpri sebagai alat kekuasaan maka kini Korpri adalah alat untuk melayani.
“Korpri dahulu adalah sebagai alat penyeragaman pilihan politik bersama BKN, tapi sekarang Korpri kini harus dijadikan alat untuk meningkatkan dan melayani rakyat”, terangnya.
Mantan Bupati Banyuwangi ini juga berpesan bahwa Korpri harus dijadikan alat untuk bekerja dengan nilai ibadah, ia mencontohkan bagaimana peran seorang kiai dalam membangun negeri.
“Korpri itu bisa kita jadikan sajadah panjang bagi kita, sehingga kalau para kiai mungkin amaliyahnya dengan wiridan, khataman qur’an, mendoakan kita semua maka wiridannya ASN adalah melayani rakyah dengan baik”, ujarnya.
Azwar Anas menambahkan, Birokrasi ke depan harus berdampak dan layanan berubah menjadi lebih baik. Menurutnya, banyak kepemimpinan yang tidak memiliki dampak terhadap layanan.
“Dengan MTQ saya berharap spiritualitas kita akan memompa andrenalin ASN kita untuk menjadi ASN yang melayani dan berdampak”, pungkasnya.
Kalimantan Tengah Tuan Rumah MTQ ke-7 Korpri Tingkat Nasional 2024
Dalam kesempatan ini, Ketua Umum DPN Korpri, Prof. Zudan Arif Fakhrullahmengumumkan bahwa DKN Korpri telah memutuskan Provinsi Kalimantan Tengah ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ ke-7 KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2024. []
Suara Emas ASN Pukau Dewan Juri MTQ Korpri

Padang, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VI Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional akan melahirkan para juara baru disemua cabang dan golongan. Penampilan peserta pada babak penyisihan berhasil memukau dewan juri, khususnya pada cabang lomba azan dan khutbah. Pembinaan dan persiapan disinyalir menjadi kunci tampil maksimal. Hal itu disampaikan Ketua Majelis Hakim Musabaqah Khotbah dan Azan, Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A.
Dikatakan Tholabi, keseluruhan ada 120 peserta untuk cabang Khutbah dan Azan. Secara umum kualitasnya sangat baik, meningkat dari MTQ Korpri sebelumnya, bahkan beberpa perserta berhasil memukau dewan juri.
“Pada MTQN Korpri tahun ini, tidak hanya jumlahnya yang bertambah tapi juga terjadi peningkatan kualitas peserta, sehingga musabaqah Khotbah dan Azan sangat kompetitif’, ujar Tholabi di Komplek Kantor Gubernur Sumatera Barat, Jumat (11/11).
Tholabi menambahkan jika bobot materi khotbah dan retorika peserta sangat baik. Demikian pula cabang lomba Azan, ia mengatakan para peserta memiliki suara yang luar biasa bagus. Sehingga tidak mudah bagi anggota hakim penilai untuk menentukan peserta finalis karena mutu peserta yang hampir merata dan mutu yang sangat bagus.
“Ternyata banyak ASN yang memiliki suara emas dan fasih melantunkan azan. Ini menandakan bahwa unit-unit kerja telah menyiapkan dan membina pesertanya dengan sangat baik”, ungkap Ketua Forum Dekan Syariah dan Hukum PTKI se-Indonesia.
Ke depan, Tholabi berharap banyak kader-kader ASN yang mengisi kegiatan keagamaan di unit kerjanya masing-masing. Tentu saja, pimpinan unit perlu membuat kegiatan pembinaan dan peningkatan kemampuan teknis di bidang keagamaan, seperti khotbah, azan, mengaji, menghafal Quran, dll, dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kompetensi ASN dalam
lingkup keagamaan.
“Dengan kemampuan yang dimiliki, ASN bisa dikaryakan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan di unit masing-masing dan menjadi role model bagi ASN lainnya”, harapnya.
Pada babak final, Tholabi bersama dewan hakim lainnya berjanji berkerja keras menentukan peserta terbaik, mengingat kemampuan peserta yang memiliki kemampuan merata.
“Hari ini akan ditampilkan 12 finalis, terdiri atas 6 peserta finalis khotbah dan 6 finalis azan. Tentu saja, kami dewan hakim akan berhati-hati dan cermat dalam menentukan peserta terbaik mengingat kemampuan finalis yang sama-sama bagus dan memiliki keunggulan dengan gaya dan ciri khas masing-masing”, pungkas pria multitalenta ini. []
MTQ VI Korpri Masuki Babak Final, Ini Pesan Buat Finalis

Padang, notula — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VI Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional memasuki babak final pada hari Jumat, 11/11/2022. Delapan cabang dengan total 123 finalis akan megerahkan kemampuan terbaiknya untuk jadi kampiun.
Sejatinya MTQ Korpri melombakan 9 cabang, namun satu cabang yaitu khat/kaligrafi sudah lebih dulu melaksanakan babak final pada hari Kamis 10/11/2022 yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Padang. Jadi total finalis dari sembilan cabang berjumlah 156.
Mengingat babak final sangat penting dan cukup menguras tenaga dan fikiran, panitia bidang musabaqah berharap kepada para finalis dan official untuk tetap jaga kesehatan dan fokus kepada karya terbaik.
Demikian disampaikan, Sekretaris Dewan Hakim Bidang Musabaqah, Dr. M. Ramli Masenge disela-sela pelaksanaan MTQ VI Korpri Tingkat Nasional di Padang, Sumatera Barat, Kamis (10/11).
“Saya berharap semua finalis dapat menjaga kesehatan dan menjaga fokus, perjuangan belum berakhir dan babak final merupakan tahapan penting untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara satu, dua dan seterusnya, istirahat yang cukup”, ujar salah satu Imam Masjid Istana Negara Jakarta ini.
Pada prinsipnya, lanjut Ramli, semua yang berhasil menjadi finalis adalah para juara, namun urutan juara akan ditentukan pada babak final. MTQ Korpri sendiri menetapkan setiap cabang terdapat enam juara yaitu juara satu, dua, tiga dan harapan satu, dua dan tiga. Baik untuk kategori putera maupun puteri. Hanya ada dua cabang yaitu cabang khutbah dan azan yang tidak ada kategori puteri.
Selain pesan buat peserta, Ramli juga berpesan kepada Dewan Hakim untuk tetap bersemangat menjalankan tugas, terlebih saat ini MTQ Korpri telah menggunakan perangkat teknologi untuk melakukan penilaian yang memerlukan ketelitian dan kecermatan.
“Alhamdulillah saya mengapresiasi kepada dewan hakim yang telah menjalankan penilaian menggunakan IT dengan baik, tetap semangat, tetap jaga ketelitian, cermat dan tentu amanah”, harap pria kelahiran Sulawesi Selatan ini.
Berikut cabang lomba yang akan menggelar babak final pada Jumat (11/11): Cabang Tartil Al-Qur’an, Cabang Tilawah Al-Qur’an, Cabang Hafalan Al-Qur’an (Golongan Hafalan Juz ‘Amma, Golongan Hafalan Surah Al-Baqarah, Golongan Hafalan Surah Ali ‘Imran dan Surah An-Nisa, Golongan Hafalan 7 Surah Pilihan), Cabang Dakwah Al-Qur’an, Cabang Lomba Adzan, Cabang Khotbah Jumat, Cabang Lomba Penulisan Artikel Al-Qur’an dan Cabang Lomba Doa []
(syamsuddin)

MTQ VI Korpri Masuki Babak Final, Ini Pesan Buat Finalis
notulakita Peduli
notulakita merupakan perusahaan jasa yang terkena dampak adanya pandemi Covid-19. meski menyadari akan dampak yang laur biasa terhadap keberlangsungan perusahaan, notulakita tetap bersama-sama kelompok masyarakat lain bersatu saling peduli. kami mengarahkan sebagian aset untuk di berikan kepada kelompok rentan. salah satu yang menjadi konsentrasi adalah mahasiswa di perantauan. mengingat mahasiswa adalah bagian masyarakat yang harus terus belajar dan agen kampanye penggunaan protokol covid-19 dalam menjalankan kehidupan sehari-hari di masa pandemi.

notulakita menjadi salah satu perusahaan yang terdepan mendukung kebijakan pemerintah untuk mengutamakan kesehatan melalui aturan ketat protokol kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.


melalui kemitraan dengan elemen mahasiswa, notulakita bekerjasama dengan Silaturahmi Mahasiswa Jepara di Jakarta dan Sekiatarnya (SIMAHARAJA) turut memastikan keberlangsungan belajar para mahasiswa. Kami optimis, ditengah situasi yang sulit ini akan segera datang kehidupan baru yang lebih baik dan kami bisa segera bekerjasama dengan banyak event. salam
manajemen notulakita
Ini Dia Tugas Seorang Notulis

Sebelum mengetahui tugas seorang notulis ada baiknya kita memahami apa sih notulasi atau kegiatan mencatat, orang juga biasa menyebut notulen. Notulasi adalah kegiatan mencatat, merekam dan mendokumentasikan seluruh isi dari sebuah kegiatan, baik itu rapat, seminar, workshop, lokakarya, FGD, diskusi maupun konferensi. Para notulis memulai kegiatan notulasi dari pra acara, proses acara hingga pasca acara, segala sesuatu yang terjadi dan dicatat masuk dalam wilayah kerja Notulis. Hasil notulasi ini akan dijadikan laporan pertanggungjawaban atau follow up. Nah, mencatat jalannya acara inilah yang disebut kegiatan Notulasi.
Lalu, apa saja yang akan dicatat oleh notulis?
COVER
- Nama Tema yang akan di bahas / Judul
- Waktu/jam pelaksanaan acara
- Tempat pelaksanaan acara
- Acara saat berlangsung
- Unsure-unsur yang terlibat dalam rapat, yaitu:
- Ketua dan Wakil Ketua
- Sekretaris
- MC
- Moderator
- Peserta / Pihak-pihak yang hadir dalam kegiatan
ISI
- Tujuan kegiatan
- Pikiran-pikiran yang dibahas dalam kegiatan
- Tanya Jawab
- Saran dan keputusan dalam kegiatan
- Lampiran-lampiran (Foto-foto)
Prosiding
Selain kegiatan notulasi, kita juga sering mendengar kata prosiding. Prosiding ini masih satu rumpun dengan tugas bagian dokumentasi. Apa sih prosiding?
Prosiding adalah kodifikasi atau kumpulan materi-materi (Makalah, Artikel, Hasil Penelitian, Modul atau Pointers) yang disampaikan dalam suatu seminar, FGD (Focus Group Discussion), Konferensi, Workshop, Lokakarnya, maupun Konferensi. Prosiding terdiri dari :
- Kata Pengantar
- Kata Sambutan
- Daftar Isi
- Kumpulan Materi
- Penutup
- Lampiran-lampiran
Backup data
Nah, tugas yang tidak kalah seru dan penting dari seorang notulis adalah backup data. Dalam melakukan kegiatan notulasi team notulakita juga melakukan kegiatan perekaman atau backup data, tujuannya adalah untuk melengkapi dan melakukan upaya croschek. Perekaman ini dilakukan dengan menggunakan tape recorder, dan singkronisasi dilakukan usai acara selesai.
notulakita.com
